REKONSTRUKSI WAJAH SAGITAL 2D MENGGUNAKAN METODE LAGRANGE

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Catur Lega Wibisono

Abstract

Bencana alam mengakibatkan ada beberapa mayat yang baru ditemukan beberapa minggu, sehingga terkadang jaringan kulit hilang, sehingga sulit untuk mengenali mayat tersebut. Dalam ilmu kedokteran hukum dan forensik identifikasi wajah manusia dari tengkorak adalah proses penting, khususnya bila tidak ada sarana lain yang tersedia, metode yang selama ini dipakai menggunakan tanah liat untuk menghasilkan wajah manusia sehingga dapat  mengidentifikasi seseorang. Pada penelitian  kali ini gambar atau citra sebagai data terdiri dari 15 citra CT dalam posisi sagital dengan rincian 5 digunakan sebagai gambar training dan 10 sebagai gambar testing, pengujian data dimana tujuannya yaitu  membandingkan antara jarak baru yang didapat dari hasil interpolasi lagrange dengan jarak sebenarnya kemudian dilakukan analisa keakuratan interpolasi lagrange dalam menentukan titik baru berdasarkan data yang sudah ada dengan pembatasan umur, jenis kelamin dan ras karena tiap daerah bisa berbeda dari segi bentuk maupun tebal kulit tengkorak.Hasilnya berupa interpolasi lagrange 1 menghasilkan rata-rata akurasi sebesar 81% dan akurasi besar sudut 95%dan interpolasi lagrange 2 menghasilkan rata – rata akurasi tebal  titik antropolog sebesar 78% dan akurasi besar sudut titik antropolog sebesar 80%.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Catur Lega Wibisono. (2019). REKONSTRUKSI WAJAH SAGITAL 2D MENGGUNAKAN METODE LAGRANGE . Jurnal Teknologi Dan Terapan Bisnis, 2(2), 23-32. Retrieved from http://jurnal.aksi.ac.id/index.php/jttb/article/view/48

References

[1] Minoura, K., Imamura, F. & Sugawara, D., 2001. The 869 Jogan tsunami deposit and recurrence interval of large-scale tsunami Journal of Natural …, 23(2), pp.83–88.
[2] Pascual, L.C., Redondo, C.L. & Garrido, D.G., 2011. from Skulls Based on Landmarks. Information Systems, pp.729–735.
[3] Romeiro, R., Marroquim, R. & Esperanc, C., Forensic Facial Reconstruction using HRBF.
[4] C. Wilkinson, 2010. Facial reconstruction anatomical art or artistic anatomy. Journal of Anatomy, vol. 216, , pp.pp. 235–250.
[5] A. Weidenbusch1), Th. Fuchs2), D. Bellmann1), J. Haber2), K.S. and J.W., Computer-Aided Tissue Thickness Measurements in CT-Data Sets of the Head of Living and Death Persons.
[6] Maas, L.T., 2004. Digitized by USU digital library 1. , pp.1–6
[7] Siwi, R.D., Choirul, A. & Wahyu, S., 2012. Studi Uniformitas Dosis Radiasi CT Scan pada Fantom Kepala yang Terletak pada Sandaran Kepala.
[8] Abdul, K. & A., S., 2012. Teori dan Aplikasi Pengolahan Citra,
[9] Chris, S. & Toby, B., 2011. Fundamental of Digital Image Processing,
Corral, M., Michael corral.
[10] Rinaldi, M., 1997. Metode Numerik,
[11] Karim, I., 2015. Synthesis of Virtual Character Poses Using Lagrange Polynomial Interpolation. , pp.273–278.
[12] Muhammad, D., 2011. Penggunaan Metode Newton dan Lagrange pada Interpolasi Polinom Pergerakan Harga Saham : Studi Kasus Saham PT Adaro Energi Tbk .